Rabu, 17 Juli 2013

FOTO-FOTO PERJALANAN MAHASISWA

SEMNAS

DYNAMIT SOCIAL

JUARA II MALANG RAYA

PENERIMAAN HADIAH

KOMPISMA

KETUA KPU

GAYA

KONNAS UIN JKT

KONNAS UIN JKT

PARLEMEN

PARLEMEN

PERNAS PALEMBANG

PALEMBANG

INDONESIA LEADERSHIP CAMP




MENGELOLA HIDUP MERENCANAKAN MASA DEPAN

OLIMPIADE BEM

WIRAUSAHA
WIRAUSAHA

GKN JKT

LK HUMAS

UI

NGESRUH

WIRAUSAHA

MYG KOMPAS KAMPUS

BADUY BANTEN

SQUAD FISIP
COOMING SOON

MHMMD
BEM FISIP

BAYIKU

Indonesia Leadership Camp

Diskusi ILC



deklarasi

DPR

ILC delegasi Brawijaya


Kenduri kebangsaan

http://www.indonesiayouthleaderscare.com/


IYLC

gerakan 1111 susu untuk anak jalanan

otw buber

buat telor asin 

iylc dalam bulan ramadhan

iylc narsis

ngaji 

santri pemberani

HARI DIFABEL 

BERSIH-BERSIH PANTAI SEMPU

NARSIS

GERAKAN 100 ALAT SHOLAT


ini adalah foto-foto komunitas indonesia youth leaders care mulai dari mengajari adik-adik panti membuat telor asin,bersih-bersih pantai,buka bersama bareng adek" panti sampek belajar ngaji dengan daruq Quran....semoga barokah aamiin
Ini adalah pengalaman saya bersama adik-adik RHI di Solo dengan bermain dan belajar bareng sekolah alam bengawan solo dan berikut tulisan mbak anis selaku senior #ups :D
Chandra, Gibran, Rahmah, Nia, Virgin, Indra, Selo, Fafa, Tika, Nanda, Galuh, Lintang, Husein, Uus, Anggun, Nauval, Suci, Rina, Sonia, Jeni, Widya, Mita, Sekar, Dinta, Kembar (Risky-Wahyu) adalah anak-anak hebat di Rumah Hebat Indonesia. Canda, tawa, senyuman dan tengkaran mereka lah yang saat ini telah menghiasi atmosphere suasana Rumah Hebat begitu ceria setiap minggunya.

Mereka adalah anak-anak pada umumnya.
Masih suka ngeyel, masih sering berantem ketika tidak sepakat dengan temannya, masih suka usilin temannya hingga menangis, masih buang sampah sembarangan, masih memilih bermain layang-layang daripada belajar teater, masih wira-wiri kesana kemari glundang glundung saat kakak hebat mengajar bahasa inggris, masih pilih hujan-hujanan daripada berdiam diri di rumah dengan aktivitas membaca dan masih suka berdebat untuk berebut kursi depan ketika kami ajak pergi berkegiatan diluar Rumah Hebat.

Mungkin mereka bukan anak-anak yang memiliki kemampuan intelegensi super jenius. Mungkin mereka bukan anak-anak manis yang menuruti setiap apa yang dibilang oleh kakak-kakak di Rumah Hebat. Mungkin mereka bukan anak yang mahir bercakap menggunakan bahasa internasional. Mungkin mereka juga belum menjadi anak yang memiliki banyak koleksi mendali atau piala. Namun, kami tau pasti, mereka adalah anak-anak yang memiliki ‘Semangat’.

Kami semakin mengetahui semangat itu, ketika kami mengajak pergi mereka ke Car Free Day dalam rangka memperingati World Book Day. Sore hari pada satu hari sebelumnya, kami janjian dengan mereka jam setengah 6 pagi untuk sudah bersiap di Rumah Hebat. Mereka pun merengek, mengatakan pukul setengah 6 itu terlalu pagi. Ya, terlalu pagi untuk mandi pagi. Lucu sekali memang anak-anak ini. Bukannya mengeluh karena tidak bisa bangun pagi, tapi mengeluh karena malas mandi. Hehe.

.. Dan tepat, seperti perkiraan kami. Pagi itu, mereka sudah datang mendahului kami di Rumah Hebat. Bahkan kata ibu nya kembar yang tinggal tepat disebelah RHI (Rumah Hebat Indonesia), anak-anak sudah bangun jam setengah 5 pagi. Ampir- ampiran untuk sholat shubuh di masjid. “Jarang-jarang begitu, biasanya hanya dilakukan ketika bulan puasa aja”, ibu menambahkan. Well, dua jempol untukmu para sahabat kecil.

Setibanya didepan pintu, kami disambut dengan wajah bantal dan gulingnya masing-masing. “Hey cah, sregepmen to (*rajin bener sih), Pasti belum mandi ya?” Tanya kami. “Beluuummm mbak” menjawab dengan serentak dan sangat kompaknya.  Saat itu, kami minta mereka untuk pulang dulu dan mandi. Satu per satu dari mereka berguguran untuk menanggalkan bau kasur dengan mandi pagi. Tapi, beberapa yang lain tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak mandi. Kata mereka “Gak mandi gak pa pa. Yang penting tetep Ganteng”. Haha, Baiklah.

Sepulang dari acara World Book Day, mereka langsung berkegiatan lagi. Main bal-balan (*sepakbola), belajar bahasa inggris atau apapun yang dilakukan hingga maghrib di Rumah Hebat. Gak ada capeknya, pikir kami. Padahal di pagi harinya, mereka ikut berorasi dan berjalan cukup jauh di car free day bersama dengan kami dalam acara World Book Day.

Begitulah salah satu pengalaman bersama mereka. Masih banyak tingkah, kejutan, keusilan dari mereka yang selalu dapat membuat kami jatuh cinta.he. Tentunya, semangat mereka ini lah yang menjadi salah satu alasan kami untuk selalu tak henti-hentinya bersemangat.

Saat ini, kami ditakdirkan untuk membersamai langkah mereka..
Kami tidak akan pernah memaksakan mereka untuk menjadi apa kelak dimasa depan.
Kami ingin sahabat- sahabat kecil di Rumah Hebat Indonesia ini menjadi kuat dan tangguh dengan segala hal serta pengalaman hidup yang mereka pilih sendiri.
Bagi kami, Hebat itu tidak harus menjadi insinyur, dokter, menteri, pilot maupun astronot.
Ketika mereka berfikir untuk menjadi guru TPA/Ngaji serta Pengajar melukis untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu sebagai impiannya, maka itulah cita-cita ter-Hebat menurut kami.

Semester depan Chandra sudah memasuki kelas 1 SMP, kembar kelas 5 SD, Nia kelas 6 SD dan begitu hal nya dengan yang lain. Kami berharap, berpuluh tahun lagi ketika kami sudah renta, mereka yang akan melanjutkan perjuangan ini. Dan mungkin, mereka akan membersamai adik-adiknya dengan cara yang berbeda. Tidak akan sama seperti apa yang kami lakukan. Karena mereka punya cara sendiri untuk meng-Hebatkan Negeri.

Surakarta, 22 Juni 2013
Anis Diah Ayu Masita